What's On

31/07/2018
PP Urban Tawarkan 6 Ribu Unit Untuk Buruh

Dukung program sejuta rumah yang digagas pemerintah, PT PP (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT PP Pracetak yang berganti nama PT PP Urban melakukan groundbreaking pembangunan 6.000 unit Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) di Tangerang Selatan. Direktur Utama PTPP, Tumiyana dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, pembangunan 6.000 unit rusunami dilaksanakan untuk mendukung program penyediaan hunian terjangkau bagi para pekerja dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) serta dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional 2017. “Perseroan melalui PP Urban juga berupaya untuk mengatasi backlog perumahan yang terjadi di Indonesia saat ini. Pembangunan Rusunami diberi nama kawasan PP Urban Town@Serpong yang dikhususkan untuk para pekerja di daerah Serpong, Tangerang Selatan, Banten,”ujarnya.

Pembangunan proyek rusunami ini akan dilaksanakan di atas lahan yang bekerjasama dengan PT Ruragraha (Bukit Sarua Development). Nantinya, pembangunan rusunami untuk MBR ini diharapkan dapat membantu pekerja di sekitar wilayah Serpong untuk mendapatkan perumahan yang layak huni dengan harga yang terjangkau. Sementara PP Urban selaku anak usaha perseroan dipercaya memiliki reputasi yang baik dalam bidang pelaksanaan konstruksi dan mampu menyelesaikan proyek tersebut sesuai rencana dan dengan kualitas yang terbaik.

Dalam pelaksanaan pembangunan, kata Tumiyana, PP Urban menerapkan improvisasi dan teknologi pada struktur bangunan menggunakan metode precast dengan konsep mass production yang bekerja sama dengan Hanwha Engineering & Construction dari Korea Selatan. Dengan metode precast & mass production ini, dapat membantu dalam percepatan pembangunan sehingga produksi penyediaan rusunami dapat segera terselesaikan.

Sementara Andi Gani Nena Wea, Komisaris Utama PT PP Urban mengungkapkan, kawasan PP Urban Town@Serpong berdiri di atas lahan seluas 8.5 ha memiliki konsep mix used Development yang terdiri dari 11 (sebelas) tower apartment yang dikombinasikan dengan office dan mall development yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di kawasan tersebut. Disebutkan, sembilan tower apartemen diantaranya terdiri dari 6.000 unit khusus untuk pekerja dan masyarakat berpenghasilan rendah yang dapat menampung populasi sekitar 18.000 jiwa. “Luas unitnya adalah 30 m2 yang terdiri dari 2 (dua) kamar tidur, 1 (satu) kamar mandi, dapur dan ruang keluarga dengan harga 8,4 juta/m2 atau sekitar 294 juta,”tuturnya.

Kata Andi Gani, PP Urban Town@Serpong dilengkapi dengan fasilitas umum dan sosial seperti penitipan anak para pekerja, playground, play group, ruang publik serta fasilitas penunjang keseharian lainnya. Rusunami Urban Town@Serpong merupakan kawasan hunian strategis karena hanya berjarak 1,5 KM dari pintu gerbang tol BSD dan 1,5 KM dari stasiun kereta api sudimara. Hal ini berbeda dengan lokasi rumah susun murah lainnya yang selama ini berlokasi di pinggir kota. Untuk memastikan tepat sasaran kepada peserta JHT, penjualan unit rusunami akan bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan beberapa bank pemerintah. Pembiayaan bagi pengadaan perumahan ditunjang dari dana JHT BPJS Ketenagakerjaan untuk bantuan uang muka sedangkan untuk proses kredit dapat dilakukan melalui BTN.