What's On

03/09/2018
kawasan serpong pilihan alternatif hunian generasi milenial

Urbantown.id, Serpong – Kawasan Serpong jadi pilihan alternatif hunian generasi milenial. Serpong, Tangerang memang diprediksi menjadi wilayah yang memiliki prospektif pertumbuhan positif pada beberapa tahun kedepan. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Colliers International Indonesia, proyek yang cocok untuk dikembangkan di kawasan Serpong diantaranya adalah apartemen. Tak heran, hal ini karena harga rumah tapak di daerah ini yang sudah mahal.

Serpong menjadi salah satu daerah primadona di Jabodetabek (Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi). Pertumbuhan pesat daerah yang terletak di barat daya Jakarta tersebut dalam satu dekade terakhir sudah memiliki daya pikat tersendiri.

Secara geografis, Serpong berada di antara Jakarta Selatan dan Kabupaten Bogor, yang mana kedua wilayah tersebut tengah giat membangun infrastruktur. Imbasnya, area komersial bertumbuh dan memacu para pekerja untuk mencari hunian yang tidak terlalu jauh dari tempat kerja.

Di lain sisi, Serpong sebentar lagi semakin mudah diakses dari Jakarta melalui Tol Serpong – Balaraja yang direncanakan selesai akhir 2018. Sehingga menuju Serpong tidak lagi bertumpu pada Tol Jakarta-Serpong saja.



Pembangunan Tol Serpong – Balaraja sepanjang 30km terbagi dalam tiga seksi. Seksi 1 adalah Serpong – Legok dengan jarak 9,30km, seksi 2 adalah Legok – Tigaraksa dengan jarak 10,70km, dan seksi 3 adalah Tigaraksa – Balaraja dengan jarak 10km.
Ruas tol ini pun diharapkan dapat mengakomodir perkembangan wilayah Tangerang, termasuk pengembangan kota baru Maja dan sekitarnya.


Serpong masih menjadi magnet bagi para pencari hunian di  sekitar Jakarta dan Tangerang. Bukan cuma rumah tapak, apartemen di kawasan ini pun jadi incaran.

Pesatnya perkembangan di kawasan Barat Jakarta ini menjadi salah satu alasannya. Maka, tak hanya pengembang lokal, perusahaan properti asing pun berlomba-lomba masuk ke Serpong. Hal itu lah yang menjadi pendorong banyak generasi milenial untuk memilih kawasan Serpong sebagai hunian tempat tinggal.

Memang sudah saatnya generasi milenial memikirkan untuk memiliki hunian. Bukan lagi hanya mementingkan penampilan, membeli gadget baru atau jalan - jalan yang menghabiskan uang. Menariknya, optimisme generasi milenial untuk memiliki hunian sesuai target patut diacungi jempol. Sebagian besar dari mereka rela untuk menabung lebih giat dan mengurangi hobi jalan - jalan mereka yang menguras banyak biaya. 

Hal itu tentunya menjadi potensi market yang besar bagi banyak developer besar. Dengan adanya bonus demografi yang melimpah, saat ini keberadaan generasi milenial dengan rentang usia 17 - 37 tahun mencapai 34,45 persen. Artinya, masih banyak dibutuhkan hunian baru untuk menjangkau kelompok ini.  (PT)